Sabtu, 16 Juni 2012

CTL AND RME


A.    PENGAJARAN DAN PEMBELAJARAN CONTEKSTUAL (CONTEXTUAL TECHING AND LEARNING/CTL)

1.      Pengertian
Pembelajaran dengan pendekatan kontekstual dikembangkan untuk meningkatkan kinerja kelas. Kelas yang “hidup” diharapkan menghasilkan output yang bermutu tinggi. Contextual Teaching and Learning (CTL) adalah suatu pendekatan pembelajaran yang menekankan kepada proses keterlibatan siswa secara penuh untuk dapat menemukan materi yang dipelajari dan menghubungkannya dengan situasi kehidupan nyata sehingga mendorong siswa untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan mereka (Sanjaya, 2005: 6). Dengan menerapkannya pada kehidupan sehari-hari maka mereka akan memperoleh makna yang mendalam terhadap apa yang dipelajarinya. Pembelajaran kontekstual bertujuan membekali siswa dengan pengetahuan yang secara fleksibel dapat diterapkan/ditransfer dari satu permasalahan ke permasalahan lain dan dari satu konteks ke konteks lainnya. Siswa belajar dari mengalami sendiri, bukan dari “pemberian orang lain”. Keterampilan dan pengetahuan itu diperluas dari konteks yang terbatas (sempit) , sedikit demi sedikit. Penting bagi siswa tahu “untuk apa” ia belajar, dan  “bagaimana” ia menggunakan pengetahuan dan keterampilan itu.
Dari konsep tersebut ada tiga hal yang harus dipahami. Pertama, CTL menekankan kepada proses keterlibatan siswa untuk menemukan materi, artinya proses belajar diorientasikan pada proses pengalaman secara langsung. Proses belajar dalam konteks CTL tidak mengaharapkan agar siswa hanya menerima pelajaran, akan tetapi proses mencari dan menemukan sendiri materi pelajaran.
Kedua, CTL mendorong untuk siswa dapat menemukan hubungan antara materi dengan situasi kehidupan nyata, artinya siswa dituntut untuk dapat menangkap hubungan antara pengalaman belajar di sekolah dengan kehidupan nyata.
Ketiga, CTL mendorong siswa untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan, artinya CTL bukan hanya mengharapkan siswa dapat memahami materi yang dipelajari, akan tetapi bagaimana materi pelajaran itu dapat mewarnai perilakunya dalam kehidupan sehari-hari.
bagaimana materi pelajaran itu dapat mewarnai perilakunya dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan konsep itu, hasil pembelajaran diharapkan lebih bermakna bagi siswa. Proses pembelajaran berlangsung alamiah dalam bentuk kegiatan siswa bekerja dan mengalami, bukan transfer pengetahuan dari guru ke siswa. Hasil pembelajaran diharapkan lebih bermakna bagi anak untuk memecahkan persoalan, berfikir kritis dan melaksanakan observasi serta menarik kesimpulan dalam kehidupan jangka panjangnya. Dalam konteks itu, siswa perlu mengerti apa makna belajar, apa manfaatnya, dalam status apa mereka, dan bagaimana mencapainya (Nurhadi,2002:1).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar